Banyak Anak Belum Tentu Banyak Rezeki

Doa Siswa Untuk Nasib Anak Mesir

Ratusan pelajar SD dan SLTP Yayasan Hikmatul Fadhilah Kecamatan Medan Denai menggelar aksi doa massal untuk korban kerusuhan di Kairo Mesir,
mereka turut prihatin atas gejolak yang merenggut ratusan jiwa. Selasa (1/2)

Peristiwa tuntutan atas turunnya Presiden Hosni Mubarak mundur dari jabatannya telah membuat  simpatik para pelajar di Medan, rasa empati ini dilakukan anak pelajar SD hingga SLTP dengan cara berdoa massal dihalaman sekolah mereka dijalan Denai Medan. Sebelum melakukan doa massal para siswa mengambil wudhu di sekolah dan langsung duduk dihalaman sekolah dipimpin oleh guru Agama. Dengan menggunakan peci bagi pelajar pria dan jilbab bagi pelajar wanitanya mereka mengikuti lantunan doa yang dibacakan oleh guru Agama mereka.

“Gelaran doa ini diberikan untuk keselamatan warga Indonesia yang ada di Mesir dan mengharapakn pemerintah segera mengevakuasi ribuan WNI yang ada di sana,” Ujar Bustami Kabul Guru Hikmatul Fadillah.

Bustami yang juga merupakan mantan mahasiswa di Mesir ini menyampaikan, rasa solidaritas terhadap penderitaan yang dialami mahasiswa asal Indonesia yang mengecap pendidikan di negara Piramida tersebut telah membuatnya terharu. Sehingga dirinya mengajak  ratusan siswa Yayasan Hikmatul Fadhilah  ini untuk berdoa bersama sekaligus mengajarkan bagaimana berdoa bagi sesama kita yang sedang dalam kesulitan.

Saat ini menurut dia tercatat 6000 orang warga negara Indonesia berada di Mesir baik yang menuntut ilmu diperguruan tinggi maupun yang sedang bekerja sebagai Tenaga kerja. Dia berharap kerusuhan tidak berlanjut hingga menjadi lebih ganas lagi karen perang bukan suatu penyelesaian. apalagi konflik politik.

Sebelum melaksanaka doa para siswa ini mendengarkan tousiah dari guru yang menceritakan penderitaan warga mesir dalam krisis politik yang menewakan ratusan jiwa yang tidak berdosa.  Salah seorang siswa  Rahmad Minoru Keneji mengatakan saat berdoa dirinya meminta kepada  Allah SWT agar konflik di Mesir dapat cepat berakhir.

Kisah Tragis Anak-Anak Mesir

Dua anak bernama Ala (6) dan Alfan (4) dipulangkan dari Mesir ke tanah air, tanpa kedua orangtuanya. Kedua anak ini tergabung dalam rombongan 415 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Mesir ini, menumpang pesawat Garuda Indonesia yang diterbangkan Kementerian Luar Negeri untuk mengevakuasi WNI di Mesir. More

Pemuda Pancasila Subang

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.