Kisah Tragis Anak-Anak Mesir
09 Feb 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
Dua anak bernama Ala (6) dan Alfan (4) dipulangkan dari Mesir ke tanah air, tanpa kedua orangtuanya. Kedua anak ini tergabung dalam rombongan 415 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Mesir ini, menumpang pesawat Garuda Indonesia yang diterbangkan Kementerian Luar Negeri untuk mengevakuasi WNI di Mesir.
Rachmi, bibi dari Ala dan Alfan tengah menanti kedatangan dua keponakannya dengan cemas, di Terminal 3 Haji, Bandar Udara Soekarno-Hatta. Meski telah diimbau untuk tidak datang ke bandar udara, Rachmi memaksakan diri untuk menanti dua keponakannya di bandar udara karena cemas.
Rachmi menjelaskan, orang tua Ala dan Alfan nekat memulangkan anaknya ke tanah air demi keselamatan. Selain itu, orang tua kedua anak ini tengah terkendala dengan dokumen anak bungsunya yang baru saja beberapa bulan dilahirkan di Mesir.
“Dua keponakan saya ini ada dalam pesawat yang menuju ke sini (Indonesia), dititipin sama teman dari orang tuanya, namanya Rani dan Apep, tetangga ortunya di Mesir,” papar Rachmi.
Orang tua Ala dan Alfan, Umi Kalsum dan M. Taisir, menetap di sebuah apartemen di Naser City, Mesir. di Mesir Umi bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia, dan Taisir menempuh pendidikan S2 di Universitas Al-Azhar.
“Orang tuanya anak ini belum bisa pulang karena ada dokumen yang belum lengkap, terutama salah satunya dokumen anak bayinya, jadi mereka belum bisa pulang,” ujar Racmi.
Rachmi hanya bisa berharap kedua keponakannya yang masih anak-anak itu, dapat segera tiba dengan selamat di Indonesia. Selain itu juga, Rachmi mengharapkan, orang tua Ala dan Alfan dapat segera menyusul pulang ke tanah air.
Satu unit maskapai Garuda Indonesia yang membawa 415 WNI dari Mesir, dijadualkan tiba di Bandar Udara Soekarno-Hatta pukul 13.30 WIB siang ini. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedianya akan menyambut kedatangan WNI yang mayoritasnya adalah anak-anak dan wanita. [inilah.com]

Kata Om-Tante